Tik Tok, Aplikasi Kekinian Yang Viral Tetapi Kontroversial

Beberapa bulan terakhir, Tik Tok menjadi aplikasi yang paling ramai diperbincangkan, terutama oleh para warganet di Indonesia. Pro kontra tidak lepas dari keberadaan aplikasi tersebut. Bagi pengguna Tik Tok yang mayoritas anak-anak hingga remaja, aplikasi tersebut sangat bermanfaat, tetapi bagi orang-orang yang lebih dewasa, aplikasi tersebut dinilai sangat tidak berfaedah.

Mengenal Tik Tok Lebih Dalam

Tik Tok merupakan aplikasi asal Tiongkok yang pada awalnya hanya tersedia dalam bahasa Mandarin. Aplikasi yang tersedia untuk platform Android tersebut kemudian disambut hangat oleh publik publik negeri tirai bambu itu yang menghantarkan pihak pengembang untuk kemudian melakukan ekspansi dengan menyediakan Tik Tok berbahasa Inggris untuk dinikmati pengguna seluruh dunia.

Aplikasi Tik Tok sendiri merupakan sebuah aplikasi di mana pengguna dapat berkreasi dalam membuat sebuah video klip dengan dukungan latar belakang beraneka lagu. Arsip lagu latar yang disediakan sangat banyak dan beragam dari genre dan bahasa. Setelah diluncurkan versi internasional dan menambah platform untuk IOS, popularitas Tik Tok kian meroket.

aplikasi viral tiktok » Tik Tok, Aplikasi Kekinian Yang Viral Tetapi Kontroversial

Pembaruan versi Tik Tok pun dilengkapi dengan penambahan teknologi Artificial Intelegence (AI) atau kecerdasar buatan, ByteDance, yang menambahkan fitur pengenalan wajah dan sensor gerak pengguna sehingga pemakainya dapat melakukan permainan mirip Just Dance, di mana lagu latar akan diputar disertai instruksi untuk diikuti, lalu tiap gerakan akan dikenali teknologi tersebut.

Cara Menggunakan Tik Tok

User interface Tik Tok didesain cukup sederhana agar mudah digunakan. Jika ingin menggunakan aplikasi yang tengah digemari di seluruh dunia ini, dapat mengunduh melalui Play Store maupun App Store. Setelah berhasil, jalankan aplikasi tersebut. Pengguna diharuskan untuk mendaftar lebih dulu dengan menggunakan akun sosial media atau e-mail.

Jika berhasil, pengguna akan masuk ke semacam timeline yang berisi video-video Tik Tok kreasi pengguna lain berikut urutan popularitasnya. Jika ingin membuat kreasi video, pengguna tinggal memilih musik latar yang diinginkan dan memulai rekaman. Setelah selesai direkam, pengguna bisa langsung menyebarkan video tersebut di akun jejaring sosial media.

Perkembangan Tik Tok Di Indonesia
Di Indonesia, Tik Tok pada awalnya dipopulerkan pada selebritis melalui video Tik Tok buatan mereka yang diunggah ke akun sosial media, terutama Instagram. Awalnya, Tik Tok menarik perhatian berbagai kalangan yang lantas banyak turut serta mengunggah video Tik Tok kreasi mereka, tetapi tren tersebut rupanya lebih menjangkiti anak-anak dan remaja.

Anak-anak dan remaja di Indonesia sangat menggandrungi Tik Tok yang kemudian memunculkan istilah baru, Seleb Tik Tok, sebagaimana dulu Selebgram mulai mewabah. Video para selebritis dadakan ini memiliki jumlah penonton yang tinggi di mana turut berimbas pada meningkatnya pengikut di akun sosial media. Tetapi, hal ini pula lantas menimbulkan polemik.

Seleb Tik Tok yang dianggap sejatinya tidak memiliki bakat selain beraksi di depan kamera sesuai lagu yang tengah diputar, terkena star syndrome sehingga nekat menggelar fanmeeting dengan banderol tiket masuk mencapai Rp. 500.000,- per orang yang kemudian membuat keberadaan aplikasi ini dihujani gelombang protes dan bahkan petisi pemboikotan.

Tik Tok, Aplikasi Hiburan Yang Menarik Jika Digunakan Secara Bijak
Terlepas dari kontroversinya, sebenarnya Tik Tok sangat menghibur karena banyak pengguna yang mengunggah video-video lucu mereka, terutama pengguna asal luar negeri yang dapat digunakan sebagai acuan para pengguna Indonesia untuk memahami tujuan pembuatan Tik Tok sebagai sarana hiburan dan dapat membatasi diri sendiri agar tidak berlebihan.