Pola Asuh Orang Tua Zaman Sekarang yang Jangan Sampai Berlebihan

Instagram adalah media sosial yang digunakan oleh semua kalangan usia termasuk anak-anak. Walaupun belum bisa menggunakannya sendiri, tidak sedikit anak-anak yang sudah mendapat banyak perhatian di Instagram. Hal tersebut tidak terlepas dari peran orang tuanya. Zaman sekarang, para orang tua berlomba mencari perhatian di media sosial dengan cara mengumpulkan banyak likes dan komentar dari foto anak mereka yang diunggah.

Fenomena tersebut disebut sebagai sharenting. Sharenting adalah kebiasaan orang tua membagikan foto atau informasi tentang anaknya di media sosial. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat 2010 lalu, lebih dari 90% orang tua melakukan sharenting pada anaknya yang berumur kurang dari 2 tahun.

Hal tersebut tentulah bukan hal baik yang harus terus dilakukan. Membagikan informasi sang anak merupakan hal yang berbahaya. Informasi berupa foto atau hal sejenis akan memudahkan para manusia jahat untuk melakukan aksinya. Sang anak akan mudah menjadi sasaran tindak kejahatan setiap harinya. Menurut data dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), pada 2010-2014 terdapat 472 kasus anak hilang yang terjadi di Indonesia.
Pola Asuh Orang Tua Zaman Sekarang yang Jangan Sampai Berlebihan 2 300x150 » Pola Asuh Orang Tua Zaman Sekarang yang Jangan Sampai Berlebihan
Membagikan semua kegiatan atau pencapaian sang anak bukanlah suatu kewajiban. Apalagi tujuan dibalik itu semua hanyalah hal sederhana berupa banyaknya tanda hati yang didapat di setiap unggahan.

Fenomena endorse pun ikut menjadi bagian. Nama produk yang mengendus popularitas sang anak akan membayar sejumlah uang atau memberikan beberapa barang agar sesekali bisa muncul di foto atau video yang diunggah. Keuntungan didapat oleh orang tua, eksploitasi dijalani oleh sang anak. Ketika sharenting membuahkan endorse yang menguntungkan, pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi taruhan.

Karena tuntutan endorse tersebut, banyak anak yang akhirnya menjalani hari-hari mereka di bawah kendali orang tua. Hal sederhana yang bisa dibayangkan adalah, mereka bahkan tidak bebas menggunakan baju apa yang ingin dikenakan. Tuntutan endorse memaksa mereka untuk menggunakan baju yang harus dikenalkan ke khalayak berdasar perjanjian antara orang tua dan pengiklan.

Kompetisi para orang tua pun tidak bisa dihindari lagi. Orang tua yang melihat orang tua lain memiliki anak yang jauh lebih membanggakan akan merasa tertekan. Berbagai macam dilakukan agar anaknya bisa memiliki prestasi yang sama atau bahkan mengunggulinya. Kompetisi menjadi pribadi yang lebih baik tentu menjadi hal yang wajar, tapi akan berubah menjadi ancaman jika ada ambisi orang tua dibalik itu semua.
Pola Asuh Orang Tua Zaman Sekarang yang Jangan Sampai Berlebihan 1 300x169 » Pola Asuh Orang Tua Zaman Sekarang yang Jangan Sampai Berlebihan
Ada baiknya sebelum melakukan sharenting, lihat dulu siapa saja yang bisa melihat unggahan tersebut. Fitur di Instagram berupa “teman dekat” bisa menjadi pilihan. Fitur tersebut memudahkan para orang tua untuk memilih siapa saja kenalannya yang bisa mengakses informasi yang dibagikan. Selain itu, matikan seluruh informasi lokasi terkait unggahan. Hal tersebut berguna agar tidak ada yang tahu dimana keberadaan sang anak.

Hal lain yang perlu dipikirkan sebelum melakukan sharenting adalah pikirkan tujuan apa dibalik membagikan foto atau video anak. Jika hanya mencari banyak likes dan pujian di kolom komentar, akan lebih baik bila unggahan tersebut diurungkan. Hanya unggah foto atau kegiatan anak yang sekiranya memberi kebermanfaatan bagi yang melihatnya.

Sejatinya, para orang tua harus kembali memikirkan benar atau tidaknya kegiatan yang selama ini dilakukan. Jangan sampai perkembangan teknologi yang ada justru menyebabkan kemunduran pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Jika cara-cara parenting konvensional justru memberikan dampak yang lebih sehat, bukan menjadi masalah jika tidak mengikuti tren zaman sekarang hanya agar mendapat cap “orang tua zaman now”.