Penting! 8 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa Berefek Buruk Bagi Otak

Sebagai salah satu organ vital tubuh manusia, otak membutuhkan perawatan khusus agar bisa berfungsi dengan baik hingga kita menua nanti. Sayangnya, tak semua orang mengetahui bahwa beberapa kebiasaan sepele di bawah ini ternyata bisa mengganggu kinerja otak bahkan berefek buruk bagi otak untuk jangka panjang.

1. Melewatkan Sarapan

Anda sering melewatkan sarapan karena terburu-buru berangkat kerja? Sebaiknya kurangi kebiasaan ini karena bisa berakibat buruk bagi kinerja otak. Melewatkan sarapan secara rutin mampu meningkatkan potensi risiko terjadinya pendarahan otak hingga 36%.

Sarapan makanan bergizi setiap pagi bisa mengurangi risiko pendarahan otak serta meningkatkan fungsi otak secara signifikan. Untuk itu, bagaimana kalau rajin sarapan mulai dari sekarang?

2. Kurang Tidur

Tidur malam yang cukup dan berkualitas mampu meningkatkan fungsi otak untuk menghilangkan racun, meningkatkan fungsi ingatan serta mengembalikan ritme kinerja otak. Kebiasaan begadang justru bisa berefek buruk bagi kesehatan otak karena memicu muncunya akumulasi plak di otak, perubahan fungsi memori serta meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti parkinson dan alzheimer.

3. Merokok

Suka merokok? Sebaiknya hentikan kebiasaan ini sekarang juga. Selain merusak organ pernafasan, kebiasaan merokok juga memicu kerusakan pada viabilitas neuron serta bagian otak yang mengatur fungsi motorik, keseimbangan tubuh dan koordinasi organ tubuh yakni membran sel vermis serebelar dan membran sel otak tengah.

4. Konsumsi Gula Berlebihan

Penyuka minuman dan makanan manis tampaknya sekarang harus mulai berhati-hati. Menurut penelitian, asupan gula berlebih memiliki keterkaitan kuat dengan munculnya penyakit neurodegeneratif seperti alzheimer dan parkinson.

Asupan gula berlebih tak hanya meningkatkan risiko diabetes dan obesitas tapi juga meningkatkan potensi munculnya gangguan pada setiap sel dan jaringan organ dalam tubuh serta gangguan pada kinerja saraf pusat.

5. Menutup Kepala Saat Tidur

Kebiasaan menutup kepala saat tidur dengan bantal atau sprei bisa mengakibatkan penumpukan karbon dioksida dan oksigen di sekitar area kepala. Organ pernafasan jadi kesulitan untuk memperoleh oksigen sedangkan karbon dioksida hasil pernafasan sulit untuk dikeluarkan. Jika kedua gas tersebut terkonsentrasi di satu area, potensi kerusakan otak akibat menghirupnya semakin besar.

6. Kurangnya Bersosialisasi

Tahukah Anda bahwa bersosialisasi, mengobrol dengan orang lain ternyata penting bagi kesehatan otak. Kurangnya interaksi sosial membuat seseorang merasa terkucilkan, kesepian bahkan memicu rasa cemas berlebihan dan depresi.

Menjalin komunikasi lisan tentang hal-hal yang positif bisa membangkitkan mood, meningkatkan kreatifitas dan mengurangi risiko depresi. Jadi, tak ada salahnya mulai sekarang mencoba untuk bertutur sapa dengan teman dan tetangga. Bicarakan hal-hal positif yang bisa membuat kita lebih bersemangat dan merasa terinspirasi setiap hari.

7. Berlama-lama di Ruangan dengan Sinar Lampu Remang-remang

Berada di dalam ruangan dengan sinar lampu remang-remang tak hanya buruk bagi kesehatan mata, tapi juga buruk bagi otak. Kurangnya pencahayaan bisa mengganggu kinerja bagian otak yang berfungsi untuk mengingat dan belajar. Jadi, jika Anda ingin proses belajar yang lebih efektif, sebaiknya ganti lampu ruangan dengan cahaya yang lebih terang.

8. Terlalu Sering Menggunakan Telepon Seluler

Menurut penelitian, paparan radiasi dari telepon seluler dalam jangka waktu lama bisa memicu sakit kepala dan kebingungan. Untuk jangka panjang, radiasi telepon ini ditengarai mampu menyebabkan tumor dan kanker otak.

Berada dekat dengan ponsel juga mengurangi kemampuan seseorang untuk fokus pada satu pekerjaan. Ketika melihat ponsel, secara otomatis akan membuat kita penasaran untuk memeriksa notifikasi teks atau email baru.

Tak ada yang mengira bahwa kebiasaan sepele yang sering kita lakukan di atas ternyata bisa berefek buruk pada kinerja otak. Mulai dari sekarang yuk kita kurangi kebiasaan buruk dan mulai hidup sehat demi menjaga kesehatan otak hingga menua nanti.