Menyusuri Keanekaragaman Wisata Religi di Jawa Tengah

Jawa Tengah acapkali disebut sebagai tanah Jawa yang paling kaya akan perpaduan budaya di masa lalu. Tidak mengherankan jika kemudian Jawa Tengah pun memiliki banyak destinasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Di bawah ini merupakan ulasan lengkap tentang tempat-tempat wisata religi yang terpopuler dan paling direkomendasikan untuk para wisatawan.

Masjid Agung Semarang
Masjid Agung Semarang 300x200 » Menyusuri Keanekaragaman Wisata Religi di Jawa Tengah
Masjid yang berlokasi di jantung kota Semarang ini dapat dikunjungi secara gratis oleh para wisatawan. Biasanya, mereka ingin mengabadikan gambar rumah ibadah yang berdiri di atas tanah seluas 10 hektar ini. Desain bangunannya sendiri mirip dengan Masjid Baiturrahman Aceh, tetapi dilengkapi dengan payung-payung raksasa untuk berteduh para jamaah yang datang.

Makam Sunan Kalijaga
Makam Sunan Kalijaga 300x225 » Menyusuri Keanekaragaman Wisata Religi di Jawa Tengah
Berlokasi di Demak, terdapat salah satu makam anggota wali songo, yakni Sunan Kalijaga. Makam ini selalu ramai oleh para peziarah karena biasanya memang termasuk dalam paket wisata ziarah wali songo. Sebenarnya untuk masuk ke area makam tidak dipungut biaya, tetapi sayangnya banyak oknum peminta sumbangan agak memaksa sedekah dari wisatawan.

Makam Sunan Kudus
Makam Sunan Kudus 300x225 » Menyusuri Keanekaragaman Wisata Religi di Jawa Tengah
Tercatat ada tiga anggota wali songo yang dimakamkan di Jawa Tengah, termasuk Sunan Kudus. Makamnya sendiri menyatu dengan Masjid Kudus yang terkenal akan keunikannya berkat menara yang bercorak Hindu yang mana sang sunan dahulu memang membangun masjid tersebut sebagai bentuk pendekatan pada umat Hindu. Makam ini dapat diziarahi secara gratis.

Makam Sunan Muria
Makam Sunan Muria 300x180 » Menyusuri Keanekaragaman Wisata Religi di Jawa Tengah
Anggota wali songo terakhir yang dikebumikan di Jawa Tengah adalah Sunan Muria. Lokasi makamnya yang berada di puncak gunung agak sulit dijangkau, terutama oleh para peziarah yang sudah lanjut usia. Meski demikian, tidak menyurutkan niat para peziarah untuk berkunjung. Makam Sunan Muria juga dapat dikunjungi secara gratis.

Gereja Blenduk
Gereja Blenduk 300x226 » Menyusuri Keanekaragaman Wisata Religi di Jawa Tengah
Di Semarang, terdapat Gereja Blenduk yang unik dan menjadi salah satu destinasi wisata religi gratis bagi umat kristiani. Cetak biru gereja memiliki bangunan berbentuk segi delapan sama sisi dilengkapi dengan kubah. Desain ini disebut juga Pseudo Baroque, sebuah desain bangunan khas Eropa zaman dahulu. Dibangun tahun 1753, gereja tetap terawat.

Gereja Ayam
Gereja Ayam 300x194 » Menyusuri Keanekaragaman Wisata Religi di Jawa Tengah
Gereja yang berada di tengah hutan ini termasuk dalam teritorial Magelang, Jawa Tengah. Gereja ini tersohor ke seantero dunia berkat desainnya yang sangat unik dan berbagai wisatawan domestik maupun asing berbondong-bondong mendatanginya. Kecuali saat diadakan kebaktian, gereja terbuka untuk umum dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- per orang.

Kelenteng Sam Poo Kong
Kelenteng Sam Poo Kong 300x215 » Menyusuri Keanekaragaman Wisata Religi di Jawa Tengah
Kelenteng yang berdiri megah di Semarang ini merupakan destinasi wisata religi utama bagi para pemeluk Konghucu. Namun, kultur Cina yang sangat kental juga menarik perhatian bagi para wisatawan umum sehingga kelenteng kemudian dibuka sebagai wisata umum. Tiket masuk untuk mengeksplorasi kelenteng adalah sebesar Rp. 3.000,- saja per orang.

Vihara Buddhagaya Watugong
Vihara Buddhagaya Watugong 296x300 » Menyusuri Keanekaragaman Wisata Religi di Jawa Tengah
Masih di Semarang, terdapat vihara pemujaan Dewi Kwan Im yang menjadi destinasi wisata religi para pemeluk Buddha. Vihara ini cukup tersohor di kalangan wisatawan internasional sehingga tidak mengherankan bila banyak turis asing berlalu lalang. Terlebih, tempat wisata yang satu ini juga tidak mematok retribusi terhadap wisatawan yang berkunjung.

Pura Pemacekan
Pura Pemacekan 300x300 » Menyusuri Keanekaragaman Wisata Religi di Jawa Tengah
Berada di kaki Gunung Lawu, pura ini dibangun para zaman Majapahit berkuasa di Tanah Jawa, terutama berpusat di Jawa Tengah. Pura ini disebut sebagai pura induk bagi semua pura yang ada di Bali karena diyakini sebagai desain percontohan bagi pura di pulau dewata tersebut. Pura ini dapat dikunjungi secara gratis.