Ini Dampak Covid-19 Bagi Pariwisata Jawa Tengah

Seluruh dunia telah dihebohkan dengan adanya virus covid-19 yang berasal di China. Bahkan di Indonesia sendiri, virus ini telah memakan korban yang cukup banyak. Di tengah-tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung, tentu mengakibatkan banyak sekali dampak pada kehidupan sehari-hari. Khususnya bagi industri pariwisata, hal ini tentu membuat kunjungan wisatawan semakin menurun. Melemahnya sektor pariwisata akibat virus ini juga melanda sejumlah wisata Jawa Tengah. Berikut 5 dampak covid-19 pada pariwisata yang sedang melanda Provinsi Jawa Tengah.

efek pandemi covid 19 bagi wisata jateng » Ini Dampak Covid-19 Bagi Pariwisata Jawa Tengah

5 Dampak Covid-19 Bagi Industri Pariwisata di Jawa Tengah

  1. Minimnya Wisatawan Mancanegara di Jawa Tengah

Selain Bali, Jawa Tengah merupakan destinasi wisata favorit para turis mancanegara. Hal itu bisa dilihat dengan beberapa wisatawan yang berlalu lalang di jalanan. Namun, dengan adanya wabah corona yang belum kunjung henti, hal itu membuat sejumlah tempat wisata Jawa Tengah sepi pengunjung. Bahkan, berbagai tempat penginapan dan hotel hampir tidak ada yang berpenghuni. Di samping itu, kini kunjungan wisatawan mancanegara jauh lebih sedikit dari pada biasanya. Akan tetapi, Dinas pariwisata masih tetap optimis bahwa Jawa Tengah mampu mendatangkan ratusan ribu turis mancanegara.

  1. Pariwisata Jawa Tengah Kehilangan Pendapatan Hingga Miliaran

Hampir perharinya pariwisata Jawa Tengah telah mengalami kerugian yang sangat besar. Bahkan, di setiap harinya saja mampu kehilangan pendapatan milliaran. Pemerintah masih berupaya dalam mencari solusi agar mampu mengembalikan angka kerugian yang telah menurun secara drastis. Di tengah virus corona yang sedang berlangsung, pihak-pihak terkait telah mengembangkan agar sejumlah wisata Jawa Tengah dapat mulai beroperasi. Adapun beberapa perbaikan yang telah dilakukan agar para pengunjung senantiasa merasa nyaman dan aman.

  1. Berbagai Tempat Wisata di Jawa Tengah Belum Beroperasi

Hingga saat ini tak sedikit destinasi wisata di Jawa Tengah yang masih belum beroperasi. Walaupun kini pemerintah telah menerapkan kebijakan dalam SOP kunjungan wisatawan, berbagai tempat wisata lebih memilih untuk tidak beroperasi sementara. Terlebih lagi minimnya kunjungan di industri pariwisata membuat sejumlah wisata harus mempertimbangkan pendapatan per harinya. Ada pun tempat wisata yang sudah mulai beroperasi dan telah memberlakukan SOP pengamanan dari pemerintah.

  1. Banyaknya Pekerja di Industri Wisata yang Dirumahkan

Dampak dari virus corona tidak hanya mengakibatkan kerugian yang besar, akan tetapi juga para pekerja industri wisata yang harus dirumahkan. Untuk memutus rantai penyebaran virus ini, para pengelola telah menyarankan untuk tidak beroperasi dulu saat pandemi sedang berlangsung. Selain agar pengunjung tetap aman, juga agar wabah ini tidak mudah menyebar. Para pemerintah juga sudah mengupayakan untuk memberikan bantuan pada pekerja di bidang industri wisata Jawa Tengah.

  1. Dampak Covid-19 Berimbas Pada Hotel, Resto dan Travel

Tak hanya berdampak pada pekerja industri wisata yang dirumahkan. Menurunnya jumlah wisatawan yang sedang berkunjung juga mempengaruhi beberapa fasilitas penunjang liburan seperti hotel, resto dan travel. Bahkan beberapa diantaranya harus rela merugi besar akibat dampak dari virus ini. Meski begitu, kedepannya wilayah ini diharapkan dapat menyambut new normal dengan antusias yang sangat baik dari pengunjung.

Itulah 5 dampak virus corona bagi industri pariwisata di Jawa Tengah. Mulai dari sejumlah tempat wisata tak beroperasi, minimnya pengunjung hingga pendapatan pariwisata yang mengalami kerugian. Semoga kedepannya Dinas Pariwisata mampu mengembalikan wisata Jawa Tengah sebagai destinasi favorit liburan bagi para wisatawan.