Faktor Penyebab Pengguna Windows 10 Tetap Kalah Dari Windows 7

April lalu, Microsoft meluncurkan update final dari sistem operasi windows terbaru mereka, yakni Windows 10, untuk seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan update final untuk semua rilisan, baik windows 10 home hingga professional, Microsoft berharap menarik banyak pengguna yang belum menggunakan seri windows terbaru tersebut untuk bermigrasi dan meninggalkan windows lama.

Namun, sambutan dingin didapatkan dari para pengguna windows seluruh dunia, khususnya Indonesia yang termasuk negara dengan prosentase pengguna windows 10 terendah. Hal tersebut membuktikan update final windows 10 tidak terlalu menarik bagi para pengguna yang tidak ingin bermigrasi dari windows lama, tidak peduli secanggih apa pun PC yang digunakan.

Penggunaan Windows 7 Di Indonesia Tertinggi Di Dunia

Windows 7 300x188 » Faktor Penyebab Pengguna Windows 10 Tetap Kalah Dari Windows 7
Berdasarkan hasil survei, para pengguna perangkat pintar di Indonesia mayoritas memilih bertahan menggunakan windows 7 Ultimate yang sudah cukup tua. Promo apa pun yang digemborkan oleh Microsoft tampaknya tidak menggoyahkan para pengguna untuk menggunakan versi windows yang lebih baru. Sekalipun bermigrasi, biasanya dikarenakan mengganti perangkat dengan built in windows 10.

Alasan Pengguna Enggan Beralih Ke Windows 10

Keengganan pengguna untuk beralih, terutama dari windows 7, bukan tanpa alasan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, utamanya disebabkan oleh kualitas yang ditawarkan oleh windows 10 sendiri yang dianggap belum terlalu mumpuni dan stabil dibandingkan windows 7. Faktor-faktor tersebut antara lain :

– Windows 10 masih sering mengalami kondisi lag atau freeze.
Tidak dapat disangkal bahwa windows 10 seringkali mengalami macet saat dioperasikan. Umumnya saat membuka dan menjalankan dua aplikasi atau lebih, yang menyebabkan pengguna harus melakukan force shut down yang berpotensi tinggi merusak perangkat. Setidaknya, jarang sekali perangkat dengan windows 7 mengalami hal tersebut meski menjalankan banyak aplikasi sekaligus.

– Keterbatasan kompatibilitas software atau aplikasi tambahan.
Software maupun aplikasi yang dapat ditambah dalam perangkat yang menggunakan windows 10 masih sangat terbatas, sedangkan windows 7 hampir dapat menginstal semua aplikasi.

– Windows 10 memerlukan update berkala.
Windows 10 mau tidak mau harus rajin diupdate agar performanya tetap bagus. Padahal, fail update windows yang disertakan memiliki ukuran besar yang otomatis semakin membebani RAM perangkat yang dapat menyebabkan respon lambat, freeze, hingga kegagalan sistem. Sedangkan jika dibiarkan tanpa dilakukan update, performa windows 10 perlahan akan semakin menurun.

– Windows 10 lebih cocok untuk laptop high level
Meskipun dapat beroperasi pada PC dengan RAM minimal 2GB, tetapi penggunaan windows 10 untuk jenis perangkat entry level ini menimbulkan banyak masalah, salah satunya overheat yang riskan merusak perangkat. Sedangkan saat diaplikasikan pada laptop dengan kapasitas RAM 4GB ke atas, windows 10 lancar, seolah memang ditargetkan untuk perangkat berspesifikasi tinggi.

Windows 7 Atau Windows 10, Tergantung Pilihan Pengguna

Windows 10 300x169 » Faktor Penyebab Pengguna Windows 10 Tetap Kalah Dari Windows 7
Kesimpulannya, windows 10 sejatinya dirancang untuk keperluan komputasi berat dengan perangkat berspesifikasi tinggi pula. Sehingga, target yang diharapkan oleh Microsoft, khususnya di Indonesia, sulit tercapai karena di negara-negara berkembang, mayoritas masyarakat masih menggunakan PC entry level. Microsoft dapat mengatasi hal tersebut dengan menciptakan mini windows 10 untuk perangkat entry level.

Tetapi jika sudah merasa nyaman dengan seri windows 7 yang digunakan pun tidak perlu memaksakan diri untuk bermigrasi karena Microsoft sendiri belum berencana untuk menghapus seri windows tersebut sehingga pengguna tidak perlu merasa khawatir akan paksaan untuk melakukan upgrade ke windows 10 karena takut tidak dapat mengoperasikan PC miliknya lagi.