Gelaran Xpora Virtual Golf Tour 2021, Kembali Menggairahkan Sport Tourism Bali

Bali (guyuy.com): Recovery atas Pandemi Covid – 19 menunjukkan perkembangan melegakan, ditunjukkan oleh jumlah kasus positif baru yang jauh menurun dengan tingkat kematian sangat rendah dibandingkan level puncak pada bulan Juli 2021.

Pada satu sisi, pandemi memang menimbulkan tekanan terhadap aktifitas masyarakat dan perekonomian. Namun di sisi lain, muncul banyak kreatifitas yang menumbuhkan preferensi baru di tengah masyarakat, termasuk dalam berolahraga, salah satunya adalah Golf.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyadari adanya preferensi baru tersebut dengan mendukung penuh sebuah kompetisi Golf Virtual yang digelar finalnya di Bali secara offline, pada 27 – 28 November 2021 dengan tajuk Xpora Virtual Golf Tour 2021.

Inilah kompetisi golf digital terbesar di Indonesia di masa pandemi, yang digelar dengan tingkat pengamanan maksimal karena setiap peserta dapat bertanding dari tempat yang terpisah – pisah, sehingga pelaksanaannya benar – benar menegakan protocol kesehatan ketat.

Corporate Secretary BNI Mucharom menuturkan, terdapat beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari kompetisi Xpora Virtual Golf Tour. Pertama, meningkatkan kembali gairah sport tourism, terutama di Bali, yang merupakan destinasi wisata utama Indonesia yang terpuruk akibat Pandemi. Kedua, gairah sport tourism ini akan memberi multiplier effect guna mendongkrak kembali perekonomian. Ketiga, terjadi distribusi kesejahteraan dengan adanya charity dalam acara golf tersebut. Keempat, menjadi ajang penggalian bakat para pegolf muda nasional.

Penyelenggaraan Xpora Virtual Golf Tour ini digelar dalam rangkaian kompetisi yang diikuti oleh sekitar 1.000 pegolf, dan menjadi salah satu kompetisi virtual golf terbesar di Indonesia. Kompetisi ini memasuki babak final di Bali pada 27 – 28 November 2021 dan diikuti oleh 104 pegolf terpilih.

“Dengan menghadirkan pegolf sebanyak itu ke Bali, kami berharap akan membantu Bali kembali pulih, hotel terisi kembali, travel/transportasi wisata kembali hidup, dan UKM lokal kembali beraktivitas. Intinya, dengan Xpora Virtual Golf 2021 ini kami proaktif mengembangkan ekosistem pariwisata. Di samping itu, pegolf yang akan memenangkan kompetisi ini merupakan pegolf muda berprestasi. Kami juga berharap muncul pegolf Wanita terbaik di ajang ini,” ujar Mucharom.

Menurutnya, BNI akan terus mendukung kompetisi sejenis di 6 kota lain. Langkah ini diharapkan akan mengangkat sport tourism di kota – kota tersebut. Perhelatan ini akan dimanfaatkan juga untuk mengajak pelaku UKM agar bertemu dengan pebisnis asing dalam business matching.

“Kami berharap akan dapat membantu usaha pemerintah untuk menciptakan Bali – Bali baru lain di keenam kota tersebut,” ujarnya.

BNI Membantu Kelompok Tani Bangun Ekowisata Dengan Hutan Organik Megamendung

Jakarta – (guyuy.com): Sukses turut serta menghutankan kembali lahan kering dan kritis seluas 22 hektar di Kawasan Megamendung, Bogor, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) tidak lantas berhenti untuk terus memberikan dukungan pada Hutan Organik Megamendung. Kali ini, BNI menyalurkan bantuan berupa penguatan kapasitas Kelompok Tani Hutan Organik Megamendung untuk membangun ekowisata.

Pengembangan ekowisata bukanlah hal yang mengada – ada mengingat Kawasan Hutan Organik Megamendung memiliki salah satu dari daya tarik wisata berbasis alam, yaitu Attraction. Daya Tarik tersebut adalah alam itu sendiri, dimana Hutan Organik Megamendung memiliki beberapa spot yang menyajikan pemandangan indah dan udara segar untuk dijadikan tujuan ekowisata.

Namun, untuk menjadikan ekowisata Hutan Organik Megamendung ini matang, masih terdapat dua faktor pendukung lainnya yang belum dimiliki oleh Kawasan hijau ini, yaitu factor Amenitas dan Aksesibilitas. Kedua factor inilah yang coba dibantu oleh BNI.

Bantuan Pengembangan Ekowisata di Hutan Organik Megamendung secara simbolik disampaikan oleh perwakilan BNI kepada perwakilan Kelompok Tani setempat di Megamendung, Sabtu (13 November 2021).

Pengelola Hutan Organik Megamendung Yuhan Subrata menuturkan, pengembangan Ekowisata diharapkan akan menarik lebih banyak lagi kehadiran masyarakat yang ingin mengetahui pengelolaan sebuah lahan kritis hingga menjadi kawasan hijau. Masyarakat perlu diedukasi tentang pentingnya lahan hijau yang mampu menahan air.

“Jika 1 pohon saja bisa menahan sekitar 20 liter air, bayangkan berapa banyak air yang dapat kita tahan dari lahan hutan 22 hektar ini yang didalamnya terdapat hingga 1.500 pohon. Banyak sekali air yang dapat ditahan untuk tidak membanjiri Ibukota Jakarta,” ujar Yuhan.

Teknologi Ramah Lingkungan

Lebih jauh Yuhan menuturkan, dalam memperluas kawasan hijau, pihaknya mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang mampu mendistribusikan air ke lahan – lahan yang masih kritis tanpa menggunakan bahan bakar minyak (BBM) atau listrik. Teknologi ini diterapkan pada hidran pendistribusi air di Hutan Organik Megamendung.

Sistem ini mengandalkan pompa mekanik sederhana yang dapat mengalirkan air ke dataran lebih tinggi. Sistem ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air petani yang terus melakukan penghijauan di kisaran hutan organik.

“Nama sistemnya adalah pompa hidran tanpa bahan bakar minyak. Jika kebutuhan air terpenuhi, maka akan banyak fasilitas yang dapat kami bangun lagi ke depannya,” sebutnya.

Lebih lanjut, Yuhan mengapresiasi BNI karena dukungannya yang tak pernah berhenti kepada Hutan Organik Megamendung.

Dengan dana pemberdayaan eko wisata, Yuhan optimistis dapat membawa pengunjung serta menciptakan daerah ekonomi baru yang mampu membantu kelestarian wisata sekaligus ekonomi masyarakat. “Kami percaya kelestarian lingkungan dapat sejalan dengan kesejahteraan masyarakat. BNI pun tak pernah berhenti dalam mendukung kami untuk mewujudkan hal tersebut,” imbuhnya.

Corporate Secretary BNI Mucharom menuturkan, dukungan BNI terhadap Hutan Organik Megamendung adalah sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam mengendalikan perubahan iklim melalui Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 ke-26 atau COP26. Langkah BNI ini pun searah dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus mendorong pelaku industri perbankan untuk melaksanakan kebijakan keuangan berkelanjutan untuk mendukung ekonomi hijau.

“BNI tidak ketinggalan dalam menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan dengan 3 Pilar SGDs yaitu pilar ekonomi, sosial dan lingkungan baik dari sisi bisnis maupun program pemberdayaannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Mucharom menuturkan perseroan mendorong masyarakat untuk lebih menjaga kelestarian lingkungan sambil tetap mengoptimalkan potensi ekonomi dengan membuat ekowisata.

“Kami harap dengan komitmen pemberdayaan hutan ini dapat lebih lestari, dan masyarakat dapat mengoptimalkan potensi ekonominya,” tuturnya.

Selain memberikan bantuan kelengkapan sarana pendukung Ekowisata, sebelumnya BNI juga telah memberikan bantuan berupa pemberian 15.000 bibit pohon, pembangunan pusat pembibitan, penanaman pohon dengan Geo-tagging, hingga pemeliharaan tanaman hingga tumbuh besar. Bantuan BNI ini tertanam dalam belasan ribu pohon yang kini tumbuh di lahan Hutan Organik Megamendung yang memiliki luas 22 hektar. Pada perayaan HUT ke – 75 pada Juli 2021 lalu, BNI pun menggerakan seluruh BNI Hi-Movers untuk menanam 7.500 pohon secara serentak.

Kini, bantuan BNI menyentuh daya tarik Hutan Organik lainnya, yaitu keindahan alamnya untuk menjadi inti Ekowisata. Ini sejalan dengan animo masyarakat saat ini yang sangat tinggi dalam mengunjungi lokasi – lokasi wisata berbasis alam.

“Pandemi ini mengubah preferensi wisata masyarakat menjadi lebih hijau. Ini akan menjadi potensi sangat baik bagi masyarakat sekitar hutan organik untuk mengembangkan wisata serta usaha-usaha kecil yang menarik lainnya,” sebutnya.

Lebih lanjut, Mucharom menuturkan program pemberdayaan ini ke depannya akan berlanjut ke pengembangan bisnis mikro. BNI memiliki program baik terkait subsidi maupun non subsidi yang kompetitif untuk membantu pengembangan ekonomi masyarakat di Hutan Organik.

“Jika ada produk kerajinan yang menarik dari Hutan Organik Mega Mendjng ini, kami tentu sebagai bank global akan bantu mencarikan potensi ekspornya,” imbuh Mucharom.