Bedanya Batik Pedalaman dan Pesisiran Apa sih? Yuk Kenali Perbedaan Karakternya!

Siapa sih yang tidak kenal dengan batik di zaman sekarang ini? Ya, batik merupakan salah satu budaya Indonesia yang dituang ke dalam sebuah kain hingga akhirnya menjadi kain yang cantik untuk dipakai, baik itu sebagai kain biasa, jarit, dress, kemeja, dan sebagainya. Tapi, batik yang sudah menjadi hasil jadi pastinya memiliki jenis-jenis yang berbeda tergantung dari cara pembuatan, daerah pembuatannya, atau corak batiknya.
Batik pesisiran biasanya berwarna lebih cerah dan pedalaman berwarna kalem 300x225 » Bedanya Batik Pedalaman dan Pesisiran Apa sih? Yuk Kenali Perbedaan Karakternya!

Di antara banyaknya jenis batik di Indonesia, masih banyak orang-orang yang masih asing dengan batik pedalaman dan batik pesisiran. Kedua batik tersebut merupakan jenis batik yang dibedakan menurut corak batiknya, tata warna, dan makna dari motif batiknya. Kalau Anda masih belum mengenal kedua batik tersebut, kenali perbedaannya di bawah ini.

1. Sejarah dan nilai maknanya

Batik pedalaman lebih ditujukkan pada nilai nilai spiritual 300x195 » Bedanya Batik Pedalaman dan Pesisiran Apa sih? Yuk Kenali Perbedaan Karakternya!

Setiap batik pasti memiliki sejarah dan makna yang berbeda-berbeda, begitu pula dengan batik pedalaman dan batik pesisiran. Batik pedalaman dari dulu berkembang dari budaya Jawa yang ditujukan untuk nilai-nilai spiritual. Di dalam corak-corak batiknya juga terdapat makna alam semesta yang terukir dengan sangat harmonis yang mengartikan kalau alam semesta haruslah seimbang dan sepadan.

Sedangkan batik pesisiran memiliki sejarah yang mendapat pengaruh budaya dari luar Indonesia, seperti India, China, dan juga pengaruh budaya agama dari luar, seperti Hindu dan Budha. Karena pencampuran budaya itulah, corak batik pesisiran sangat berbeda dari batik pedalaman, yang memiliki sifat lebih tradisional.

2. Berkembang di lingkungan yang berbeda

Motif batik pedalaman dan pesisiran sangatlah berbeda satu sama lain 300x152 » Bedanya Batik Pedalaman dan Pesisiran Apa sih? Yuk Kenali Perbedaan Karakternya!

Jika Anda hanya melihat atau mendengar dari namanya saja, pasti Anda sudah langsung mengetahui kalau wilayah pembuatan atau berkembangnya berbeda. Batik pedalaman merupakan batik yang dimulai di lingkungan pedalaman, seperti Yogya dan Sukarta. Jika ditelurusi sejarah pembuatan dan pemakainya, batik tersebut hanya bisa digunakan oleh kalangan kerajaan atau keraton di Jawa. Tidak heran kalau batik pedalaman juga disebut sebagai batik keraton.

Kalau batik pesisiran, perkembangannya dimulai di daerah pesisiran atau di luar kalangan kerajaan, seperti Cirebon dan Pekalongan. Berbeda dengan batik pedalaman, batik ini bisa digunakan oleh siapapun tanpa memandang kelas atau stratanya. Jadi tidak ada penggolongan apapun untuk pemakai batik pesisiran.

3. Proses pembatik
Batik pedalaman harus melakukan ritual dulu pesisiran tidak perlu 300x200 » Bedanya Batik Pedalaman dan Pesisiran Apa sih? Yuk Kenali Perbedaan Karakternya!

Dari penjelasan di atas, batik pedalaman memiliki sejarah yang kental dengan kalangan keraton, jadi wajar kalau proses pembuatannya juga hanya boleh di kalangan keraton saja. Proses pembatiknya tidak seperti proses membuat batik pada umumnya, karena harus melibatkan beberapa ritual, sehingga tidak sembarang pembatik yang melakukannya.

Para pembatik batik pedalaman sudah harus mendalami dan terikat dengan batik keraton, karena melakukan proses pembatikannya sama saja dengan beribadah. Kalau batik pesisiran, semua orang dari kalangan manapun boleh membuatnya dan tidak ada ritual apapun selama proses pembuatannya. Jadi para pembatik bisa bebas berkreativitas dalam membuat batiknya.

4. Motif batik

Batik pesisiran yang paling mudah ditemukan di berbagai daerah 300x169 » Bedanya Batik Pedalaman dan Pesisiran Apa sih? Yuk Kenali Perbedaan Karakternya!
Jika mempertanyakan motifnya, sudah jelas batik pedalaman memiliki corak yang tidak asal-asalan, karena harus bermakna tertib, seimbang, dan simetris. Motifnya lebih banyak menggunakan ornamen candi di daerah Jawa atau terkadang ada pula yang menggunakan motif binatang yang hanya mengambil bagian tertentunya saja.

Untuk warnanya, kebanyakan juga menggunakan warna yang kalem, seperti biru gelap, cokelat pohon soga, dan cream. Untuk batik pesisiran, coraknya lebih bebas dan abstrak. Para pembatik biasanya juga membuatnya secara spontan dari apa yang mereka lihat, seperti bunga, daun, hewan, dan sebagainya. Meskipun bebas, mereka masih memberikan makna tersendiri sesuai dengan daerahnya masing-masing.

Sedangkan warna batik pesisiran lebih memilih warna yang dinamis, seperti hijau, kuning, merah, dan warna-warna lainnya yang terlihat cerah. Ada pula penggunaan warna-warna kalem atau muda.

Apakah Anda sudah mulai memahami perbedaan batik pedalaman dan pesisiran? Kalau sudah mengetahui perbedaannya, Anda tidak akan merasa malu lagi jika ditanya orang asing mengenai batik Indonesia, ya.